Kekeringan Melanda Desa Awassagara: Petani Gagal Panen, Peternak Pusing Cari Pakan
Musim kemarau panjang yang tak kunjung usai menghantam Desa Awassagara. Wilayah yang sebelumnya subur kini diliputi tanah retak-retak dan hamparan rumput yang menguning gersang. Dampak kekeringan ini melumpuhkan dua pilar utama ekonomi warga sekaligus: sektor pertanian dan peternakan.
Sawah-sawah warga mengalami gagal panen total (fuso), sementara para peternak domba, kambing, dan sapi kini harus berjuang keras melintasi pelosok desa demi sejengkal rumput hijau.
- Sawah Retak dan Bulir Hampa: Pukulan Telak Bagi Petani
Ratusan hektar lahan pertanian warga Desa Awassagara mengering akibat tiadanya pasokan air. Sungai-sungai kecil serta sumur pasak yang selama ini menjadi andalan irigasi telah surut drastis, bahkan beberapa di antaranya mengering total.
- Rumput Hijau Langka: Peternak Domba, Kambing, dan Sapi Terdesak
Tidak hanya petani sawah, para peternak domba, kambing, dan sapi di Desa Awassagara kini berada di ambang krisis. Kekeringan membuat vegetasi liar dan rumput gajah mati mengering, menyebabkan pasokan pakan segar menipis drastis.
"Mencari rumput sekarang seperti mencari jarum dalam jerami. Biasanya setengah jam cari rumput sudah penuh satu karung, sekarang seharian keliling pun belum tentu dapat setengahnya. Ternak-ternak kami makin kurus setiap hari," ungkap salah satu peternak setempat.