Awassagara, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyimpan kekayaan alam dan budaya yang memikat. Desa ini menawarkan panorama perbukitan yang hijau, sawah terasering yang membentang luas, dan kehangatan masyarakat pedesaan yang ramah. Potensi geografis dan sosial budaya Awassagara menjadikannya salah satu permata tersembunyi di Garut selatan.
Letak Geografis dan Demografi
Desa Awassagara berada di wilayah Garut bagian selatan, sekitar 80 kilometer dari pusat kota Garut. Wilayahnya didominasi oleh perbukitan, lembah, dan hamparan sawah. Ketinggiannya bervariasi, memberikan iklim yang sejuk dan cocok untuk pertanian. Topografi ini juga menjadikannya rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Desa ini memiliki luas sekitar 600 hektar, dengan mayoritas lahan digunakan untuk pertanian yaitu sekitar 380 Ha. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduknya sekitar 2442 jiwa, yang tersebar di tiga dusun. Mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, dengan komoditas utama berupa Cengkeh, Pete, dan berbagai jenis Tanaman Pangan Lainnya.
Potensi Ekonomi
Ekonomi Desa Awassagara sangat bergantung pada sektor pertanian. Produksi Cengkeh menjadi tulang punggung perekonomian, yang didukung oleh sistem sederhana namun efektif. Selain Cengkeh, komoditas lain seperti kelapa, ubi jalar, dan Jangung juga berkontribusi signifikan.
Selain pertanian, sebagian kecil masyarakat juga bergerak di sektor peternakan, seperti beternak domba dan sapi, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi makanan Ringan ,kerajinan tangan atau olahan makanan lokal. Potensi pariwisata juga mulai digali, terutama dengan adanya satu air terjun kecil dan pemandangan alam yang indah di wilayah dusun 3 kp.Nyalindung.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Masyarakat Desa Awassagara menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan. Tradisi musyawarah masih kuat dalam menyelesaikan berbagai masalah.
Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Sunda dengan logat khas Garut selatan. Kesenian tradisional seperti calung dan Pencak Silat juga masih dilestarikan oleh beberapa kelompok masyarakat. Pakaian adat Sunda sering dikenakan dalam acara-acara khusus.
Tantangan dan Harapan
Meskipun memiliki potensi besar, Desa Awassagara juga menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan infrastruktur jalan menjadi salah satu hambatan utama dalam mengangkut hasil pertanian. Selain itu, pemahaman tentang teknologi dan informasi juga menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan.
Pemerintah desa dan masyarakat berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur, mengembangkan potensi wisata, dan memberdayakan pemuda melalui pelatihan kewirausahaan. Dengan dukungan yang tepat, Desa Awassagara memiliki potensi untuk menjadi desa mandiri yang sejahtera, sambil tetap menjaga kelestarian alam dan budayanya.